<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>HMI Komisariat FISIP UNS</title>
	<atom:link href="http://hmifisipuns.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hmifisipuns.wordpress.com</link>
	<description>Yakin Usaha Sampai</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 06:10:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hmifisipuns.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>HMI Komisariat FISIP UNS</title>
		<link>http://hmifisipuns.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hmifisipuns.wordpress.com/osd.xml" title="HMI Komisariat FISIP UNS" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hmifisipuns.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Khusyu’ Dalam Shalat</title>
		<link>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/12/07/khusyu-dalam-shalat/</link>
		<comments>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/12/07/khusyu-dalam-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 01:51:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmifisipuns</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hmifisipuns.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu&#8217;,”(Al Baqoroh:45) “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu&#8217; dalam sembahyangnya,”(Al Mukminun: 1-2) Menurut bahasa arti dari Khusyu’ itu sendiri adalah tunduk, rendah hati, atau mendekati tunduk hati atau tunduk badan. Khusyu’ dalam artian suara berarti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=309&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu&#8217;,”(Al Baqoroh:45)</p>
<p>“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu&#8217; dalam sembahyangnya,”(Al Mukminun: 1-2)</p>
<p>Menurut bahasa arti dari Khusyu’ itu sendiri adalah tunduk, rendah hati, atau mendekati tunduk hati atau tunduk badan. Khusyu’ dalam artian suara berarti diam dan dalam kaitanya dengan pandangan mata berarti rendah. Menurut pengertian syara’, bahwa tunduk itu ada kalanya dalam hati dan ada kalanya dengan badan seperti diam.<br />
Dalam artian tunduk dalam hati, diriwayatkan dari ‘Ali r.a: “Bahwa Khusyu’ itu didalam hati” Hadits ini diriwayatkan oleh Al hakim. Sedangkan yang menunjukkan amal badan Haditsnya adalah : Seandainya oaring itu hatinya khusyu’, maka sungguh akan khusyu’ pula anggota badannya. Dengan kata lain bahwa apabila hati merasakan kekhusyu’an tersebut maka anggota badanpun mengikutinya. Sebab anggota badan ini mengikuti perintah hati. Sesuai dengan hadits yang diriwatkan dari Nu’man bin Basyir ra bahwa Nabi saw bersabda: Ketahuilah sesungguhnya di dalam badan ini terdapat segumpal daging yang apabila dia baik maka baiklah seluruh jasad dan apabila rusak maka rusaklah seluruh bagaian jasad, ketahuilah bahwa itulah hati” (HR. al-Bukhari dan Muslim).<br />
Ibnul Qoyyim berkata Shalat tanpa kekhusu’an dan kehadiran hati sama seperti jasad yang mati tampa ruh. Seringkali ketika seseorang hendak menjalankan shalat memasuki mesjid maka mulailah  bisikan-bisikan, pikiran-pikiran dan kesibukan dengan perkara dunia merasuki akal fikrannya dan dia tidak menyadari dirinya dalam beribadah kecuali setelah imam selesai dengan shalatnya, maka pada saat itulah dia merugi dengan shalatnya yang tidak dikerjakan secara khusyu’ dan tidak pula merasakan manisnya beribadah, dia hanya gerakan-gerakan yang komat-kamit mulut sama seperti jasad yang hampa dari ruh.<br />
Untuk menjaga kekhusyu’an dalam shalat ada bebrapa anjuran yang perlu kita perhatikan diantarnya:<br />
Dari Anas r.a.: Bahwa Rasulullah saw. Bersabda: apabila sudah dihidangkan makanan malam, maka makanlah lebih dahulu, sebelum kamu shalat maghrib. (Muttafaqun ‘alaih).<br />
Dari hadits diatas menunjukkan dalil kewajiban makan terlebih dahulu apabila sudah dihidangkan, dari pada shalat maghrib. Jumhur ulama menafsirkan perintah ini dengan hukum sunat. Sedangkan dari pemahaman beberapa sahabat, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abiy syaibah dari Abu Huraira dan Ibnu Abbas bahwa keduanya pernah makan suatu makanan, sedang diatas api ada ikan yang dipanggang, lalu Mu’adzin  ingin mengiqamat shalat, lalu Ibnu Abbas berkata kepadanya, jangan tergesa-gesa dan tidak boleh berdiri, selama dalam hati masih ada ingatan akan sesuatu. Dalam suatu riwayat lain;: (alasannya) agar tidak teringat oleh kita didalam shalat.<br />
Sedangkan menurut riwayat Muslim dari Al Hasim bin Ali r.a. bahwa dia berkata: makan malam sebelum shalat itu akan menghilangkan nafsu lawwamah. Selain itu juga terdapat riwayat dari Ibnu Umat beliau biasanya, bila makanan malam sudah dihidangkan dan beliau mendengar bacaan imam dalam shalat, maka beliau tidak bangkit dari tempat makanya sebelum selesai makannya. Jadi dalam perkara makanan ini dikiaskan apabila aktifitas makan dihentikan untuk dilanjutan lagi setelah shalat akan menimbulkan was-was hatinya, karena itu makan lebih dahulu sebelum shalat itu lebih utama.<br />
Dari Abu Dzar r.a., dia bersabda: Rasulullah saw. Bersabda: apabila seseorang dari kamu berdiri dalam shalat, maka jangan hendaknya dia mengusap pasir, karena sesungguhnya rahmat sedang menghampirinya. (HR Al khamsah)<br />
Hadits tersebut sebagai dalil yang menunjukkan larangan pengusapan pasir sewaktu tengah mengerjakan shalat, bukan sebelumnya. Yang lebih utama baginya ialah tidak mengerjakannya agar tidak menghilangkan konsentrasi pikirannya sewaktu tengah shalat. Adanya sebutan debu atau pasir seperti riwayat ini hanyalah karena sesuai dengan kebiasaan saja tidak menunjukkan tidak adanya yang lain yang mungkin melekat pada dahinya. Alasan larangan ini ialah demi menjaga kekhusu’an shalat dan agar tidak berbuat lain dalam menegakkan shalat.<br />
Dari ‘Aisyah r.a, dia berkata: saya pernah menanyakan Rasulullah saw. tentang menoleh dalam shalat. Lalu beliau manjawab: itu hanyalah copetan yang dicopet oleh syetan dari sahalat hamba Allah (HR Al Bukhairy)<br />
At Thibiy mengatakan: Dia menamai berpaling itu dengan copetan , karena oaring yang sedang sahlat itu sebenarnya sedang menerima sesuatu dari Allah swt dan syetan itu menunggu-nunggu keluputan dari yang sedang mengerjakan shalat. Apabila oaring yang sedang shalat menoleh, maka syetan merampasnya.<br />
Sedangkan Jumhur ulama menafsirkan demikian (hokum makruh), bila tidak sampai memebelakangi kiblat dengan dadanya taua lehernya seluruhnya. Jika sampai membelakangi kiblat maka membatalkan shalatnya.<br />
Selain ketiga hal diatas ada beberapa hadist yang menganjurkan larangan-larangan dalam shalat terakait dalam menjaga kekhusyu’an.<br />
Dari Jabir bin Smurata r.a katanya, Rasulullah saw bersabda: henadlah betul-betul berhenti oaring yang memendang ke langit di dalam sembahyang atau pandangannya itu tidak akan kembali lagi. (HR Muslim)<br />
Menurut riayat Muslim dari ‘Aisyah r.a ketanya: Saya pernah medengar Rasulullah saw bersabda: Tidak boleh sembahyang di hadapan hidangan makanan dan tidak boleh sembahyang bila didesak oleh dua kotoran (buang air besar dan kecil)<br />
Dari Abu Hurairah r.a (katanya) : sesungguhnya Nabi saw bersabda penguapan itu dari syetan, apabila seseorang diantara kamu mengua maka hendaklah dia tahan sekuat-kuatnya (HR Muslim dan At turmudzy). Dan At Turmudzy menembahkan “bila dalam shalat”. Dalam hal ini hedaklah ketika mengua seperti yang diriwayatkan Al Bukhariy Jangan ia mengatakan: haa, sewaktu menguap karena syetan akan tertawa, dan itu termasuk diantara sesuatu yang menghilangkan kehusu’an shalat.</p>
<p>Sedangkan cara-cara yang bias dilakukan agar khusyu’ dalam shalat diantaranya:<br />
Pertama: Sesorang muslim harus menghadirkan keagungan Allah swt pada saat shalatnya tersebut<br />
Kedua: Seorang muslim harus melihat ke arah tempat sujudnya dan tidak menoleh kearah manapun saat shalatnya.<br />
Ketiga: Mentadabburi Al-Qur’an dan zikir-zikir yang dibacanya saat shalat.<br />
Keempat: Mengingat kematian saat shalat.<br />
Kelima: Hendaklah seorang muslim mempersiapkan dirinya untuk shalat, jangan sampai dia shalat dalam keadaan menahan sakit perut atau menahan kencing atau shalat di hadapan makanan yang terhidang. Dan juga hendaklah pula dia menghilangkan segala sesuatu yang bisa menyebabkan dirinya lalai dari shalatnya seperti hiasan-hiasan, gambar- gambar dan yang sepertinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hmifisipuns.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hmifisipuns.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hmifisipuns.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hmifisipuns.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hmifisipuns.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hmifisipuns.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hmifisipuns.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hmifisipuns.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hmifisipuns.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hmifisipuns.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hmifisipuns.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hmifisipuns.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hmifisipuns.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hmifisipuns.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=309&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/12/07/khusyu-dalam-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5e5b8d11ed6827d758156c25282513e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmifisipuns</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HIJAB SIMBOL PERBUDAKAN PEREMPUAN?</title>
		<link>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/12/05/hijab-simbol-perbudakan-perempuan/</link>
		<comments>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/12/05/hijab-simbol-perbudakan-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 22:18:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmifisipuns</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hmifisipuns.wordpress.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba saja aula pertemuan itu menjadi hening. Seorang laki-laki dan perempuan bergegas meninggalkan ruang pertemuan akbar tersebut. Mata para peserta rapat pun melotot kearah kedua orang tersebut dan terheran-heran atas tindakan yang mereka lakukan. Peristiwa ini terjadi 72 tahun yang lalu tepatnya pada 1939 adalah Ir. Soekarno dan istrinya meninggalkan aula Kongres Muhammadiyah ke-28 di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=307&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiba-tiba saja aula pertemuan itu menjadi hening. Seorang laki-laki dan perempuan bergegas meninggalkan ruang pertemuan akbar tersebut. Mata para peserta rapat pun melotot kearah kedua orang tersebut dan terheran-heran atas tindakan yang mereka lakukan. Peristiwa ini terjadi 72 tahun yang lalu tepatnya pada 1939 adalah Ir. Soekarno dan istrinya meninggalkan aula Kongres Muhammadiyah ke-28 di Medan akibat ketidaksepakatannya pada secarik kain (hijab/tabir) yang memisahkan antara peserta kongres perempuan dan laki-laki. Peristiwa ini menjadi pembicaraan di media massa dan menjadi perdebatan hangat pada masa itu.<br />
Awalnya Soekarno sudah mengingatkan dan berpesan kepada pengurus Muhammadiyah untuk tidak menggunakan hijab. Jika menggunakan hijab maka Soekarno tidak akan datang. Tetapi pengurus lain tetap menggunakannya.<br />
Soekarno menganggap hijab tersebut sebagai simbol perbudakan terhadap perempuan. “Saya anggap tabir itu sebagai simbol. Simbolnya perbudakan perempuan. Keyakinan saya ialah bahwa Islam tidak mewajibkan tabir itu. Islam memang tidak mau memperbudakkan perempuan. Sebaliknya Islam mau mengangkat derajat perempuan.” (Soekarno, 1964: 349). Lalu keesokan harinya pengurus Muhammadiyah datang ke rumah Soekarno dan mengatakan bahwa hijab pada kongres tersebut memang tidak perlu.<br />
Berbicara soal hijab tidak akan bisa dipisahkan dari posisi perempuan di dalam Islam. Bagaimana Islam memandang perempuan perlu dibahas terlebih dahulu sebelum masuk pada pembahasan hijab dan sejenisnya. Mudhofir A, dalam pengantar Bryan S. Turner pada 2005 menyebutkan bahwa pembahasan holistik tentang perempuan harus mencakup tiga dimensi. Pertama, Islam sebagai doktrin, yaitu Islam yang masih murni dalam Alquran dan Alhadits. Kedua, Islam sebagai teologi, yaitu Islam yang sudah merupakan panafsiran dari keduanya. Dan ketiga, Islam yang telah ada dalam bentuk peradaban, atau disebut Islam historis (Prasetyo, 2007: 75-76). Dengan melihat dari sudut ketiga dimensi ini kita akan mengetahui secara holistik bagaimana perempuan dikontruksi dan diposisikan dihadapan laki-laki.<br />
Menurut Suwardono kedudukan perempuan dan laki-laki di dalam Islam adalah sama (Prasetyo, 2007: 76). Hal ini berdasarkan Alquran surat An Nisa’: 1 yaitu:<br />
Wahai sekalian menusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptaan istrinya; dan daripada keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (periharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu Menjaga dan Menagawasi kamu”.<br />
	Dalam surat ini dijelaskan awal mula penciptaan manusia dari laki-laki dan kemudian perempuan dan sampai akhirnya berkembang hingga sekarang dalam kedudukan yang sama, sederajat, dan saling melengkapi satu diantara lainnya.<br />
Dalam haditsnya, Rasullullah juga pernah menyebutkan kedudukan antara laki-laki dan perempuan yaitu “Semua manusia adalah sama, bagaikan gigi-gigi sisir. Tidak ada tuntutan kemuliaan seorang Arab atas seorang Ajam (bukan Arab), atau seorang kulit putih atas kulit hitam, atau seorang pria atas seorang wanita. Hanya ketaqwaan seseorang yang menjadi pilihan Allah” (HR. Ahmad). Jadi pada dasarnya antara laki-laki dan perempuan dalam pandangan Islam adalah sama dan sederajat tidak dibedakan.<br />
Tetapi ada beberapa tafsir ayat Alquran yang telah meresahkan bagi para aktivis perempuan muslim kontemporer. Ayat-ayat tersebut yaitu dalam surat An Nisa’: 34 yang berbunyi:<br />
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan khususnya, maka nasehatilah mereka, dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”<br />
Dan pada surat Al Baqarah ayat 228 yaitu “…akan tetapi, para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya..” Ayat ini telah menjadi perdebatan tak kunjung habis dari kaum apologis muslim, yang berhasrat untuk membela agama mereka (Smith dalam Prasetyo, 2007: 78). Perbedaan penafsiran atas ayat ini menjadi sumber perdebatan. Tidak hanya perdebatan tetapi juga perlakuan terhadap perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat.<br />
Jane I Smith seperti dikutip dalam skripsi Yanu Endar Prasetyo mengungkapkan bahwa keputusan Al Quran tentang perempuan dapat dikelompokkan ke dalam empat masalah mendasar, yaitu persolan (1) perkawinan dan topic yang terkait, (2) perceraian, (3) warisan dan kepemilikan harta, serta (4) cadar dan pengasingan (pingitan) (Prasetyo, 2007: 81). Keempat masalah ini menurut hemat Penulis merupakan topic yang menarik untuk dibahas karena seringkali menjadi perdebatan dan perbincangan dalam kehidupan kita sehari-hari.<br />
Perbincangan mengenai masalah hijab tidak akan jauh berbeda dengan pembahasan pada masalah yang keempat yaitu cadar dan pengasingan (pingitan) termasuk juga jilbab. Yanu Endar Prasetyo (2007, 51-52) mendefinisikan hijab, jilbab, dan jilbab dalam pengertian yang berbeda. Hijab adalah penutup apa saja yang menutupi seluruh jasad dan perhiasan seorang perempuan, dari pandangan laki-laki asing. Jilbab berarti pakaian untuk menutupi kepala dan badan perempuan, di atas baju serta berfungsi untuk menutup. Sedangkan cadar adalah sesuatu yang berguna untuk menutupi seluruh wajah perempuan, kecuali kedua mata atau sesuatu yang tampak di sekitar mata.<br />
Dalam Alquran surat An Nur ayat 31 Allah berfirman yaitu:<br />
Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra saudara-saudara mereka, atau putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orangyang beriman supaya kamu beruntung.<br />
Ayat di atas jelas ditujukan untuk kaum wanita beriman dimana pun mereka berada. Dalam ayat ini wanita memang tidak diperbolehkan untuk menampakkan diri di hadapan umum secara kurang sopan Tetapi Alquran tidak menjelaskan secara spesifik menjelaskan kewajiban yang harus dilakukan oleh wanita beriman (Prasetyo, 2007: 84). Ukuran sopan dan tidaknya perempuan di hadapan laki-laki memiliki penafsiran berbeda-beda. Tidak hanya pada aspek fiqih semata tetapi juga dimensi sosiologis dan histori suatu masyarakat.<br />
Seperti yang ditafsirkan oleh Soekarno bahwa Islam tidak mewajibkan tabir dan hanya menyuruh laki-laki dan perempuan menundukkan mata jika berhadapan satu sama lain. “Tabir adalah salah satu contoh dari hal yang tidak diperintahkan oleh Islam tapi diadakan oleh umat Islam”(Soekarno, 1964: 349). Lalu pada perkembangannya hijab/tabir seperti menjadi kewajiban dalam kalangan Islam saat ini. Lihat saja di masjid-masjid dan mushola di sekitar kampus UNS. Pemandangan ini tentu sudah menjadi hal yang lumrah. Dan sampai kapankah laki-laki muslim membeda-bedakan kaum perempuan di hadapannya dan memperbudak mereka dengan tabir yang diada-adakan sendiri oleh umat Islam?<br />
Ansyor<br />
Anggota HMI Cab. Surakarta Komisariat FISIP UNS<br />
(Disampaikan dalam Kajian Keislaman HMI Cab. Surakarta Komisariat FISIP UNS<br />
Sukoharjo, Kamis, 03 November 2011)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hmifisipuns.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hmifisipuns.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hmifisipuns.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hmifisipuns.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hmifisipuns.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hmifisipuns.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hmifisipuns.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hmifisipuns.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hmifisipuns.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hmifisipuns.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hmifisipuns.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hmifisipuns.wordpress.com/307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hmifisipuns.wordpress.com/307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hmifisipuns.wordpress.com/307/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=307&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/12/05/hijab-simbol-perbudakan-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5e5b8d11ed6827d758156c25282513e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmifisipuns</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mission : Tafsir Azas &#8211;&gt; &#8220;Islam sebagai Landasan HmI&#8221;</title>
		<link>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/11/26/mission-tafsir-azas-islam-sebagai-landasan-hmi/</link>
		<comments>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/11/26/mission-tafsir-azas-islam-sebagai-landasan-hmi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 16:15:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmifisipuns</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hmifisipuns.wordpress.com/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[Islam sebagai ajaran yang Haq dan sempurna hadir di bumi berfungsi untuk mengatur pola hidup manusia agar sesuai fitrah kemanusiaannya yakni sebagai khalifah di muka bumi dengan kewajiban mengabdikan diri semata-mata kehadirat-Nya. Secara normatif Islam tidak sekedar agama ritual yang cenderung individual, akan tetapi merupakan suatu tata nilai yang mempunyai komunitas dengan kesadaran kolektif yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=305&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Islam sebagai ajaran yang Haq dan sempurna hadir di bumi berfungsi untuk mengatur pola hidup manusia agar sesuai fitrah kemanusiaannya yakni sebagai khalifah di muka bumi dengan kewajiban mengabdikan diri semata-mata kehadirat-Nya. Secara normatif Islam tidak sekedar agama ritual yang cenderung individual, akan tetapi merupakan suatu tata nilai yang mempunyai komunitas dengan kesadaran kolektif yang memuat pemahaman atau kesadaran, kepentingan, struktur dan pola aksi bersama demi tujuan kolektif. Substansi pada dimensi kemasyarakatan, agama memberikan spirit pada pembentukan moral dan etika. Islam yang menetapkan Tuhan dari segala tujuan menyiratkan perlunya peniruan etika ke-Tuhan-an yang meliputi sikap Rahman, Rahim, Ghafur, Barr dan Ihsan. Totalitas dari etika tersebut menjadi kerangka pembentukan manusia yang kaffah antara aspek ritual individual dan aspek kemasyarakatan (politik, ekonomi, sosial budaya).<br />
Kelahiran HMI dari pergolakan revolusi fisik bangsa pada tanggal 5 Februari 1947 didasari pada semangat mengimplementasikan nilai-nilai ke-Islaman dalam aspek ke-Indonesiaan. Semangat inilah yang menjadi embrio lahirnya komunitas Islam sebagai kelompok kepentingan (interest group) dan kelompok penekan (pressure group). Dari sisi kepentingan sasaran yang hendak diwujudkan adalah tertuangnya nilai-nilai tersebut secara normatif pada setiap level kemasyarakatan, sedangkan pada posisi penekan sasarannya adalah keinginan sebagai pejuang Tuhan (hizbullah) dan pembelaan kepada kelompok masyarakat proletar (mustadl&#8217;afin). Islam yang senantiasa memberikan energi perubahan mengharuskan penganutnya untuk melakukan inovasi, internalisasi, eksternalisasi, maupun obyektifikasi. Secara fundamental peningkatan gradasi umat diukur dari kualitas keimanan yang datang dari kesadaran paling dalam, bukan dari pengaruh eksternal.<br />
Perubahan bagi HMI merupakan suatu keharusan, dengan semakin meningkatnya keyakinan akan Islam sebagai landasan teologis dalam berinteraksi secara vertikal maupun horizontal. Maka pemilihan Islam sebagai asas merupakan pilihan sadar dan bukan implikasi dari sebuah dinamika kebangsaan. Dengan demikian kader-kader HMI harus berani menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta prinsip-prinsip demokrasi tanpa melihat perbedaan keyakinan dan mendorong terciptanya penghargaan Islam sebagai sumber kebenaran yang paling hakiki dan menyerahkan semua demi ridha-Nya.<br />
di sampaikan di menstoring Mission 2 tafsir azas (bidang PPA periode 2011-2012)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hmifisipuns.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hmifisipuns.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hmifisipuns.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hmifisipuns.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hmifisipuns.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hmifisipuns.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hmifisipuns.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hmifisipuns.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hmifisipuns.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hmifisipuns.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hmifisipuns.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hmifisipuns.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hmifisipuns.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hmifisipuns.wordpress.com/305/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=305&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/11/26/mission-tafsir-azas-islam-sebagai-landasan-hmi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5e5b8d11ed6827d758156c25282513e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmifisipuns</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NDP BAB 2:“Pengertian-Pengertian Dasar Tentang Kemanusiaan”  Mencari Kebahagiaan</title>
		<link>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/11/21/ndp-bab-2pengertian-pengertian-dasar-tentang-kemanusiaan-mencari-kebahagiaan/</link>
		<comments>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/11/21/ndp-bab-2pengertian-pengertian-dasar-tentang-kemanusiaan-mencari-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 00:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmifisipuns</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hmifisipuns.wordpress.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram atau bisa dikatakan bebas dari segala yang menyusahkan. Mencari kebahagiaan adalah fitrah murni setiap manusia. Tanpa melihat apakah lelaki atau perempuan, tua atau muda, orang kaya atau orang miskin, orang besar atau orang kecil, semua menginginkan kebahagiaan. Segala tindak tanduk manusia dapat dilihat tidak lain dan tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=303&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram atau bisa dikatakan bebas dari segala yang menyusahkan. Mencari kebahagiaan adalah fitrah murni setiap manusia. Tanpa melihat apakah lelaki atau perempuan, tua atau muda, orang kaya atau orang miskin, orang besar atau orang kecil, semua menginginkan kebahagiaan. Segala tindak tanduk manusia dapat dilihat tidak lain dan tidak bukan hanyalah demi mencari kebahagiaan.<br />
Kebahagiaan bukan terletak pada tangan, mata, kaki, telinga, atau yang lainnya. Kebahagiaan terletak pada hati (jiwa). Orang yang mendapat kebahagiaan akan merasa ketenangan hati, ketenangan jiwa dan keindahan ruh. Pada kenyataannya, berbagai cara dan jalan telah ditempuh manusia untuk mendapatkan kebahagiaan. Ada yang berusaha mencari kebahagiaan melalui kekayaan, pangkat, nama, kemasyhuran atau isteri yang cantik. Hal-hal tersebut menjadi permasalahan apakah semua itu dapat memuaskan hati manusia dengan mutlak.<br />
Banyak manusia yang mencari kebahagiaan melalui kekayaan. Setelah manusia itu mendapatkan kekayaan, rupanya tetap tidak akan dapat terhindar dari masalah-masalah yang tidak menyenangkan, yaitu ujian-ujian dalam hidup. Ujian-ujian itu merupakan sunnatullah yang sengaja Allah datangkan kepada setiap manusia. Contohnya, seseorang tidak dapat terhindar dari sakit yang Allah datangkan kepadanya. Jika sudah ditimpakan kesakitan maka di waktu itu kekayaan tidak berguna lagi. Atau misalnya di lain waktu terjadi pencurian, kebakaran, diancam orang dan sebagainya. Kalau semua itu terjadi, kekayaan sebesar apapun itu tidak dapat memberi kebahagiaan kepada manusia. Sebagian lagi mencari lewat jabatan, pangkat, dan materi. Namun, hal itu juga tidak menjamin mereka akan bahagia.<br />
Islam telah menetapkan tugas manusia di bumi sebagai khalifah di dalamnya. Hanya saja dalam pelaksanaannya seringkali ada kesulitan, sehingga menuntutnya pun harus bersungguh-sungguh dan bersabar.<br />
Kebahagiaan yang paling ditekankan Islam adalah kebahagiaan akhirat, namun bukan berarti kebahagiaan dunia ditelantarkan. Bahkan kebahagiaan di dunia ini berusaha diwujudkan dalam bentuk yang sebenarnya. Yakni dengan mengabdikan diri kepada Allah S.W.T semata sebagai panggilan dari fitrah diri manusia yang ia diciptakan di atasnya. Sehingga dengan itu akan mendapat ketenangan dan ketentraman. Dan ini menjadi kunci utama tercapainya kebahagiaan, walaupun itu dalam keadaan musibah dan bencana. Ia jadikan musibah tersebut menjadi ladang untuk mendapatkan keutamaan dan pahala besar yang menjaminnya masuk dalam surga, yakni dengan sabar.<br />
Jika mencari kebahagiaan itu diusahakan dengan jalan kebendaan, percayalah manusia akan gagal mendapatkan kebahagiaan. Manusia akan mencapai kekecewaan, manusia akan merasa malang setiap hari, jiwa tidak akan tenang, tidak tenteram sepanjang masa. Inilah yang dikatakan ‘neraka’ sementara sebelum merasakan neraka yang sebenarnya yang dahsyat lagi mengerikan di akhirat nanti. Wallahu Ta&#8217;ala a&#8217;lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hmifisipuns.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hmifisipuns.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hmifisipuns.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hmifisipuns.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hmifisipuns.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hmifisipuns.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hmifisipuns.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hmifisipuns.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hmifisipuns.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hmifisipuns.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hmifisipuns.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hmifisipuns.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hmifisipuns.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hmifisipuns.wordpress.com/303/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=303&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/11/21/ndp-bab-2pengertian-pengertian-dasar-tentang-kemanusiaan-mencari-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5e5b8d11ed6827d758156c25282513e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmifisipuns</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Politisasi dan Berita Timnas PSSI</title>
		<link>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/11/21/politisasi-dan-berita-timnas-pssi/</link>
		<comments>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/11/21/politisasi-dan-berita-timnas-pssi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 00:11:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmifisipuns</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hmifisipuns.wordpress.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Kemampuan media massa untuk membentuk opini public membuatnya memiliki kekuasaan politik. Pesan politik tidak akan sampai kepada massa secara langsung dan serentak tanpa peran dari media massa. Kemampuan ini dapat menjadi sumber media massa untuk proses tawar menawar dengan institusi politik. Beberapa elit partai politik menguasai media massa untuk dapat membawa kepentingan politiknya kepada massa. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=301&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemampuan media massa untuk membentuk opini public membuatnya memiliki kekuasaan politik. Pesan politik tidak akan sampai kepada massa secara langsung dan serentak tanpa peran dari media massa. Kemampuan ini dapat menjadi sumber media massa untuk proses tawar menawar dengan institusi politik.<br />
Beberapa elit partai politik menguasai media massa untuk dapat membawa kepentingan politiknya kepada massa. Tetapi hal ini juga menyulitkan bagi elit partai politik untuk bernegosiasi dengan media massa yang sudah dimiliki oleh lawan politik. Tidak jarang pula media massa mengambil sifat independen dan menjadi kekuatan politik penyeimbang dari kekuatan  politik.<br />
Menurut Firmanzah (2011, 30) kehadiran media massa di Indonesia tidak dapat dijelaskan oleh rasionalitas ekonomis saja. Hal ini juga terkait dengan keinginan untuk ditransfer dan dikomunikaskan melalui media massa. Hal ini membuat kekuasaan politik tidak hanya ada di tangan partai politik, tetapi juga siapa pun yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi kebijakan public.<br />
Melalui media massa, seorang elit partai politik dapat mengkomunikasikan pesan politiknya kepada khalayak. Pesan politik ini yang acapkali bercampur dengan isu lainnya yang bukan merupakan komoditas politik hingga menjadi sangat politik. Proses menjadikan komoditas umum popular menjadi komoditas politik  biasa disebut dengan politisasi. Politisasi merupakan kata yang cukup populer dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Hal yang populer yang menjadi perhatian masyarakat akan dijadikan komoditas politik. Termasuk kemenangan Timnas PSSI di ajang Piala AFF Suzuku Cup 2010 ini.<br />
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, politisasi adalah hal membuat keadaan (perbuatan, gagasan, dan sebagainya) bersifat politis. Politis sendiri artinya bersifat politik atau bersangkutan dengan politik. Sedangkan politik adalah segala urusan dan tindakan mengenai cara mempertahankan dan mencapai kekuasaan. Jadi politisasi merupakan proses menjadikan sesuatu yang awalnya tidak politik menjadi komoditas politik. Politisi menjadi subyek dalam proses politisasi. Sedangkan obyeknya bisa apa saja tergantung apakah objek tersebut populer atau tidak di masyarakat .<br />
Dalam dunia perpolitikan, istilah politisasi lebih dekat dengan kampanye. Firmanzah (2008, 271) membagi kampanye menjadi dua macam yaitu kampanye menjelang pemilu dan kampanye yang bersifat permanen dan berlaku untuk jangka panjang yang disebut dengan kampanye politik.<br />
Kampanye politik harus dilakukan secara permanen ketimbang periodic (Bluementhal, 1982 dalam Frimanzah, 2008: 276). Kampanye partai politik tidak hanya sebatas pada masa pemilu tetapi juga setelah pemilu untuk membangun image politik yang baik terhadap massa dan image tersebut yang akan tertancap di benaknya.<br />
Pamela J. Shoemaker dan Stephen D.Reese dalam bukunya Mediating the Message of Influences on Mass Media  Content mengatakan bahwa apa yang disajikan media pada dasarnya adalah akumulasi dari pengaruh yang beragam. Mereka menyusun berbagai factor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam ruang pemberitaan. Ada lima factor yang mempengaruhi kebijakan redaksi dalam menentukan isi media yaitu influence on content from individual media worker (level individual), influence of media routinies (level rutinitas media), organizational influence on content (level ekstra media), and the influence of ideology (level ideology).<br />
Pada level luar media Shoemaker dan Reese menyebutkan ada empat faktor yang mempengaruhi. Pertama, sumber berita (narasumber). Kedua, sumber penghasilan media (iklan/konsumen). Ketiga, pihak eksternal seperti pemerintah dan lingkungan bisnis. Keempat, level ideologi.<br />
Lalu Brian MCNair menyebutkan ada tiga pendekatan untuk menjelaskan isi media. Pertama, pendekatan politik-ekonomi (the political-economy approach). Pendekatan ini berpendapat bahwa isi media lebih ditentukan oleh kekuatan-kekuatan ekonomi dan politik di luar pengelolaan media. Faktor seperti pemilik media, modal, dan pendapatan media dianggap lebih menentukan bagaimana wujud isi media. Kedua, pendekatan organisasi (organizational approach). Pendekatan organisasi lebih melihat pengelola media sebagai pihak yang aktif dalam proses pembentukan dan produksi berita. Praktik kerja, profesionalisme, dan tata aturan yang ada dalam ruang organisasi adalah unsur-unsur dinamik yang mempengaruhi pemberitaan. Ketiga, pendekatan kulturalis (cultural approach). Pendekatan ini merupakan gabungan antara pendekatan ekonomi politik dan pendekatan organisasi. Proses kerja berita disini dianggap sebagai proses yang rumit yang melibatkan faktor internal media (rutinitas organisasi media) sekaligus juga faktor eksternal di luar diri media (Sudibyo, 2001: 2-7).<br />
Media Indonesia sebagai salah media terbesar nasional tidak lepas dari kepentingan dari pemiliknya yaitu Surya Paloh. Surya Paloh sebagai pengusaha media sekaligus politisi turut mempengaruhi pemberitaan media yang dimilikinya ini. Sebagai seorang pebisnis sekaligus politisi Surya Paloh menjadi penentu kebijakan organisasi media yang dipimpinnya.<br />
Begitu juga dengan Vivanews yang dimiliki oleh keuarga Bakrie yaitu Anindra Ardiansyah Bakrie yang merupakan putra dari Aburizal Bakrie. Posisi Aburizal Bakrie yang merupakan ketua umum Golkar mempengaruhi pemberitaan Vivanews terhadap isu-isu yang berkaitan dengan Golkar dan kader-kadernya. Polemik Nurdin Halid di PSSI akan diberitakan berbeda oleh Vivanews karena Nurdin Halid berposisi sebagai kader Golkar. Pemberitaan terkesan mendukung dan melindungi kader Golkar tersebut.<br />
Media Indonesia dan Vivanews sebagai media yang dimiliki oleh dua pengusaha nasional dan sekaligus politikus dapat dipastikan akan menggunakan frame berbeda dalam memandang berita kemenangan Timnas PSSI dan politisasi terhadap kemenangan tersebut. Pan dan Kosicki membagi konsep framing menjadi dua yang saling berkaitan, yakni konsepsi psikologis dan konsepsi sosiologis (Eriyanto, 2002: 252-253). Konsepsi psikologis lebih menekankan pada bagaimana seseorang memproses informasi dalam dirinya. Sedangkan konsepsi sosiologis menekankan bagaimana seseorang mengklarifikasikan, mengorganisasikan dan menafsirkan pengalaman sosialnya untuk mengerti dirinya dan realitas di luar dirinya. Perangkat framing Pan dan Kosicki dibagi menjadi empat struktur besar, yakni struktur sintaksis, skrip, tematik, dan reatoris.</p>
<p>Table 1 Kerangka Framing menurut Pan Kosicki<br />
STUKTUR	PERANGKAT FRAMING	UNIT YANG DIAMATI<br />
SINTAKSIS<br />
Cara wartawan menyusun fakta	Skema berita	Headline, lead, latar informasi, kutipan sumber pernyataan, penutup<br />
SKRIP<br />
Cara wartawan mengisahkan fakta	Kelengkapan berita	5W+1H<br />
TEMATIK<br />
Cara wartawan menulis fakta	Detail maksud kalimat, hubungan nominalisasi antar kalimat, koherensi, bentuk kalimat, kata ganti	Paragraf, proposisi<br />
RETORIS<br />
Cara wartawan menekankan fakta	Leksikon<br />
Grafis<br />
Metafor<br />
Pengandaian 	Kata, idiom, gambar/foto, grafik, tabel.<br />
	Sumber: Sobur, 2001: 176).<br />
Kesimpulan dari penelitian ini menemukan bahwa Media Indonesia tidak memberikan porsi yang sama kepada semua politisi yang melakukan politisasi Timnas PSSI. Politisasi yang dilakukan oleh Aburizal Bakrie cenderung menyerang dan menimbulkan opini tertentu bagi pembaca karena pemberitaan yang provokatif dari Media Indonesia. Selain itu Media Indonesia menggunakan narasumber yang merupakan lawan politik dari Aburizal Bakrie. Dapat dikatakan pemberitaan yang dilakukan oleh Media Indonesia menimbulkan image negative dari seorang Aburizal Bakrie.<br />
Pemberitaan Media Indonesia terhadap politisi selain Golkar bisa dikatakan mendukung dan tidak menimbulkan retensi bahwa tindakan yang mereka lakukan merupakan bentuk politisasi yang tidak baik.</p>
<p>Sedangkan pemberitaan Vivanews lebih disibukkan pada kampanye politik dari Aburizal Bakrie. Sebagian  besar pemberitaan tentang Piala AFF 2010 merupakan berita tentang maneuver politik dari Ical. Ical mendapat porsi yang sangat besar dalam pemberitaan Vivanews dibandingkan politisi lain. Selain itu, Vivanews cenderung hanya memberitakan bagaimana pandangan dari Ical dan tidak menyerang secara langsung lawan politik dari Ical.<br />
Pemberitaan Vivanews terhadap politisi selain Golkar hampir sama dengan Media Indonesia yaitu bersifat netral dan tidak menimbulkan makna tertentu terhadap kampanye politik atau politisasi yag dilakukan elit politik tersebut. Tetapi symbol-simbol politik seperti jabatan di partai politik dan lambang partai tidak ditampilkan oleh Vivanews. Vivanews mengerti jika mereka menonjolkan hal tersebut maka aakan merugikan posisi politik dari Ical.<br />
Hasil wawancara dengan redaksi Media Indonesia menunjukkan bahwa Media Indonesia melakukan framing pemberitaan politisi elit partai politik ada subjektivitas dalam  menentukan angle dan narasumber berita. Media Indonesia sangat memperhatikan siapa narasumber yang capable dan kompeten di bidangnya. Redaksi Media Indonesia mengakui bahwa tidak ada pengaruh langsung dari Surya Paloh dalam kebijakan redaksi dan redaksi Media Indonesia. Tetapi redaksi Media Indonesia mengakui bahwa berita yang mereka muat adalah berita yang berpihak kepada masyarakat. Sehingga peneliti berkesimpulan bahwa politisasi yang dilakukan oleh Aburizal Bakrie banyak mendapat tanggapan negatif dari masyarakat sehingga momentum ini dimanfaatkan oleh Media Indonesia untuk menyerang pribadi Aburizal Bakrie.<br />
Ansyor<br />
Anggota HMI Cab. Surakarta Komisariat FISIP UNS<br />
(Disajikan pada bedah skripsi HMI Komisariat FISIP UNS)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hmifisipuns.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hmifisipuns.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hmifisipuns.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hmifisipuns.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hmifisipuns.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hmifisipuns.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hmifisipuns.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hmifisipuns.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hmifisipuns.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hmifisipuns.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hmifisipuns.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hmifisipuns.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hmifisipuns.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hmifisipuns.wordpress.com/301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=301&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/11/21/politisasi-dan-berita-timnas-pssi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5e5b8d11ed6827d758156c25282513e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmifisipuns</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NDP Bab 1 “Dasar-dasar Kepercayaaan”  Iman Kepada Allah S.W.T</title>
		<link>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/11/18/ndp-bab-1-dasar-dasar-kepercayaaan-iman-kepada-allah-s-w-t/</link>
		<comments>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/11/18/ndp-bab-1-dasar-dasar-kepercayaaan-iman-kepada-allah-s-w-t/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 02:34:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmifisipuns</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hmifisipuns.wordpress.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Ingatkah anda dengan kalimat syahadat?? Kalimat “Asyhadu alla ilaha ilallah wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah” yang berarti Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah ini mengandung pengertian bahwa hanya Allah lah satu-satunya Tuhan dan Nabi Muhammad merupakan rasul utusan Allah. Pernyataan tersebut mengandung bentuk keimanan kepada Allah SWT dan rasulNya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=299&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ingatkah anda dengan kalimat syahadat?? Kalimat “Asyhadu alla ilaha ilallah wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah” yang berarti Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah ini mengandung pengertian bahwa hanya Allah lah satu-satunya Tuhan dan Nabi Muhammad merupakan rasul utusan Allah. Pernyataan tersebut mengandung bentuk keimanan kepada Allah SWT dan rasulNya. Iman sendiri menurut bahasa artinya percaya, sedangkan menurut istilah berarti meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan perbuatan. Iman kepada Allah sendiri merupakan rukun iman yang pertama.<br />
Manusia memiliki kecenderungan untuk berlindung kepada sesuatu Yang Maha Kuasa. Yang Maha Kuasa itu adalah dzat yang mengatur alam semesta ini. Dzat yang mengatur alam semesta ini sudah pasti berada di atas segalanya. Akal sehat tidak akan menerima jika alam semesta yang sangat luas dan teramat rumit ini diatur oleh dzat yang kemampuannya terbatas. Sekalipun manusia sekarang ini sudah dapat menciptakan teknologi yang sangat canggih, namun manusia tidak dapat mengatur alam raya ini. Dengan kecanggihan teknologinya, manusia tidak akan dapat menghentikan barang sedetik pun bumi untuk berputar.<br />
Dzat Allah adalah sesuatu yang ghaib. Akal manusia tidak mungkin dapat memikirkan dzat Allah. Oleh sebab itu mengenai adanya Allah SWT, kita dapat melihat dari apa yang telah dijelaskan Allah SWT melalui firman-firman-Nya dan bukti-bukti berupa adanya alam semesta ini.<br />
Sebagai perwujudan dari keyakinan akan adanya Allah, Tuhan Yang Maha Esa adalah pengabdian kita kepada Nya. Pengabdian kita kepada Allah adalah pengabdian dalam bentuk peribadatan, kepatuhan, dan ketaatan secara mutlak. Tidak menghambakan diri kepada selain Allah, dan tidak pula mempersekutukan Nya dengan sesuatu yang lain. Itulah keimanan yang sesungguhnya. Jika sudah demikian Insya Allah hidup kita akan tentram. Apabila hati dan jiwa sudah tentram, maka seseorang akan berani dan tabah dalam menghadapi liku-liku kehidupan ini. Segala nikmat dan kesenangan selalu disyukurinya. Sebaliknya setiap musibah dan kesusahan selalu diterimanya dengan sabar. YAKUSA (Bidang PPA Kom FISIP UNS 2011-212)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hmifisipuns.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hmifisipuns.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hmifisipuns.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hmifisipuns.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hmifisipuns.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hmifisipuns.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hmifisipuns.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hmifisipuns.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hmifisipuns.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hmifisipuns.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hmifisipuns.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hmifisipuns.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hmifisipuns.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hmifisipuns.wordpress.com/299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=299&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/11/18/ndp-bab-1-dasar-dasar-kepercayaaan-iman-kepada-allah-s-w-t/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5e5b8d11ed6827d758156c25282513e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmifisipuns</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Demi Keamanan Negara”</title>
		<link>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/10/31/%e2%80%9cdemi-keamanan-negara%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/10/31/%e2%80%9cdemi-keamanan-negara%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 23:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmifisipuns</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hmifisipuns.wordpress.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Intelijen merupakan produk yang dihasilkan dari pengumpulan, perangkaian, evaluasi, analisis, integrasi, dan interpretasi dari seluruh informasi yang berhasil di kumpulkan tentang keamanan nasional. Disahkannya Undang-Undang Intelejen Negara dirasa menjadi suatu keputusan yang terburu-buru dan terlalu dini. Banyak pihak dari berbagai kalangan masih berharap ada pembahasan lebih lanjut terhadap undang-undang tersebut. Hal ini dirasa, bahwa undang-undang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=297&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Intelijen merupakan produk yang dihasilkan dari pengumpulan, perangkaian, evaluasi, analisis, integrasi, dan interpretasi dari seluruh informasi yang berhasil di kumpulkan tentang keamanan nasional. Disahkannya Undang-Undang Intelejen Negara dirasa menjadi suatu keputusan yang terburu-buru dan terlalu dini. Banyak pihak dari berbagai kalangan masih berharap ada pembahasan lebih lanjut terhadap undang-undang tersebut. Hal ini dirasa, bahwa undang-undang tersebut belum dapat ditafsirkan dengan jelas dan banyak pasal-pasal yang dirasa melanggar hak asasi manusia. Pengaturan rahasia intelijen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 jo Pasal 39 RUU Intelijen masih menimbulkan multitafsir dan bersifat karet. Pengaturan yang karet dan multitafsir ini mengancam kebebasan informasi, kebebasan pers dan demokrasi itu sendiri.<br />
Dengan disahkannya undang-undang tersebut, kita bisa melihat betapa super powernya Badan Intelejen Negara dengan segala kewenangan yang dimilikinya. Penolakan penyadapan melalui izin pengadilan sebagaimana dimaksud dalam penjelasan Pasal 31 bukan hanya berpotensi mengancam hak-hak asasi warga negara tetapi juga rentan disalahgunakan demi kepentingan ekonomi maupun politik kekuasaan. Intelijen memang memerlukan kewenangan untuk melakukan penyadapan/ intersepsi, namun harus dilakukan melalui mekanisme yang baku dan rigid serta harus memiliki prasyarat yang jelas, semisal pentingnya mendapatkan persetujuan pengadilan dalam penyadapan.<br />
Pasal 1 ayat (2) menyatakan bahwa intelijen negara adalah lembaga pemerintah. Pada dasarnya lembaga intelijen bukanlah lembaga pemerintah tetapi alat negara. Definisi itu telah meletakkan posisi intelijen sebagai alat penguasa yang bekerja untuk kepentingan penguasa dan bukan alat negara yang bekerja untuk kepentingan rakyatnya. Hal itu sangat mengkhawatirkan karena sangat mungkin digunakan untuk memata-matai rakyat demi kepentingan penguasa semata.<br />
Posisi Badan Intelejen Negara sebagai lembaga pemerintah ini, menjadi suatu tanda tanya besar. Apakah ini menjadi sebuah alat penguasa semata? Hal ini memberikan gambaran seolah-olah pemerintah mencurigai rakyatnya.<br />
Dengan disahkannya undang-undang ini pula, sedikit banyak akan berdampak kepada kebebasan berpendapat masyarakat. Jika kita tarik lebih dekat, yang kita khawatirkan adalah kebebasan kita, mahasiswa, sebagai pemuda untuk berpendapat. Mahasiswa yang seyogyanya bisa menjadi  reminder bagi pemerintahan, nantinya secara perlahan akan dibungkam untuk memperkecil kemungkinan pengevaluasian pemerintah dengan embel-embel sikap makar terhadap pemerintah yang ditamengi dengan istilah “demi keamanan negara”.<br />
Lantas bagaimanakah kita sebagai kaum muda harus bersikap? Apakah kita akan diam saat suara kita perlahan mulai digerus, saat perlahan kita dibungkam. Adakah yang bisa kita lakukan untuk memperkecil kemungkinan hal tersebut? Apakah ini pertanda akan kembalinya kita ke Orde Baru?</p>
<p>*Disampaikan di diskusi kemahasiswaan 27 Oktober 2011 (Bidang PTK periode 2011-2012)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hmifisipuns.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hmifisipuns.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hmifisipuns.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hmifisipuns.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hmifisipuns.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hmifisipuns.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hmifisipuns.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hmifisipuns.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hmifisipuns.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hmifisipuns.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hmifisipuns.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hmifisipuns.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hmifisipuns.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hmifisipuns.wordpress.com/297/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=297&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/10/31/%e2%80%9cdemi-keamanan-negara%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5e5b8d11ed6827d758156c25282513e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmifisipuns</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>World Class University: Kesiapan dan Peran Kampus FISIP menuju WCU</title>
		<link>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/10/24/world-class-university-kesiapan-dan-peran-kampus-fisip-menuju-wcu/</link>
		<comments>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/10/24/world-class-university-kesiapan-dan-peran-kampus-fisip-menuju-wcu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 23:06:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmifisipuns</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hmifisipuns.wordpress.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Tantangan dunia global mengakibatkan semua sektor dalam kehidupan turut mengencangkan ikat pinggang menyambut pergerakan lingkungan global yang terintegrasi dan terkoneksi tanpa batas, termasuk pula dunia pendidikan. Tantangan dunia pendidikan ke depan dalam menghadapi persaingan global adalah kemampuan institusi pendidikan menempatkan diri sejajar dengan universitas-universitas terkemuka di dunia. Isu mengenai universitas kelas dunia atau lebih popular [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=295&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tantangan dunia global mengakibatkan semua sektor dalam kehidupan turut mengencangkan ikat pinggang menyambut pergerakan lingkungan global yang terintegrasi dan terkoneksi tanpa batas, termasuk pula dunia pendidikan. Tantangan dunia pendidikan ke depan dalam menghadapi persaingan global adalah kemampuan institusi pendidikan menempatkan diri sejajar dengan universitas-universitas terkemuka di dunia. Isu mengenai universitas kelas dunia atau lebih popular disebut World Class University (WCU) memang sangat menarik untuk dibincangkan. Pasalnya, kriteria universitas yang kemudian layak diberi gelar WCU akan mengalami logika terbalik apabila dihadapkan dengan kondisi Indonesia saat ini yang sedang memperjuangkan anggaran pendidikan yang memadai, terbatasnya kursi bagi mahasiswa dalam negeri yang kemampuan ekonominya rendah, maupun peran pendidikan tinggi dalam menghasilkan iptek yang bermafaat bagi kesejahteraan rakyatnya.<br />
Menurut  Albach (2005) dalam The Costs and Benefits of World-Class Universities, yang dimaksud universitas kelas dunia adalah “universitas yang memiliki rangking utama di dunia, yang memiliki standar internasional dalam keunggulan (excellence). Keunggulan tersebut mencakup, antara lain, keunggulan dalam riset yang diakui masyarakat akademis internasional melalui publikasi internasional, keunggulan dalam tenaga pengajar (profesor) yang berkualifikasi tinggi dan terbaik dalam bidangnya, keunggulan dalam kebebasan akademik dan kegairahan intelektual, keunggulan manajemen dan governance, fasilitas yang memadai untuk pekerjaan akademis, seperti perpustakaan yang lengkap, laboratorium yang mutakhir, dan pendanaan yang memadai untuk menunjang proses belajar-mengajar dan riset.Dan tidak kurang pentingnya, keunggulan dalam kerja sama internasional, baik dalam program akademis, riset, dan sebagainya.”<br />
Berangkat dari pemikiran tersebut, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta merasa perlu untuk mengadakan diskusi terkait kesiapan FISIP UNS untuk menjadi salah satu bagian UNS sebagai World Class University.<br />
Sebagaimana diketahui, akselerasi Universitas Sebelas Maret untuk menjadi World Class University merupakan sebuah peluang dan  tantangan bagi UNS, dan lebih khusus menjadi tantangan bagi FISIP UNS untuk membuktikan kesiapan menjadi bagian dari World Class University.Tentu diskusi ini akan menjadi penting bagi seluruh civitas akademika FISIP UNS.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hmifisipuns.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hmifisipuns.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hmifisipuns.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hmifisipuns.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hmifisipuns.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hmifisipuns.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hmifisipuns.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hmifisipuns.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hmifisipuns.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hmifisipuns.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hmifisipuns.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hmifisipuns.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hmifisipuns.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hmifisipuns.wordpress.com/295/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=295&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/10/24/world-class-university-kesiapan-dan-peran-kampus-fisip-menuju-wcu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5e5b8d11ed6827d758156c25282513e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmifisipuns</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mission HmI</title>
		<link>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/10/24/mission-hmi/</link>
		<comments>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/10/24/mission-hmi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 03:38:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmifisipuns</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hmifisipuns.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Missi adalah sesuatu yang kita perjuangkan untuk dicapai. Dalam sebuah organisasi, tentunya tak akan pernah lepas dari tujuan yang ingin dicapainya. Dalam organisasi HMI, tujuan yang ingin dicapai adalah “terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT”. Kelima tujuan ini sering disebut sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=293&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Missi adalah sesuatu yang kita perjuangkan untuk dicapai. Dalam sebuah organisasi, tentunya tak akan pernah lepas dari tujuan yang ingin dicapainya. Dalam organisasi HMI, tujuan yang ingin dicapai adalah “terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT”. Kelima tujuan ini sering disebut sebagai kualitas insan cita.<br />
Dari tujuan tersebut jika dipilah menjadi beberapa bagian, yaitu :<br />
1.	Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi<br />
2.	Yang bernafaskan Islam<br />
3.	Dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT<br />
Dari pemilahan tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa bagian ke-1 adalah lingkupan perseorangan/kemahasiswaan, bagian ke-2 adalah lingkupan ketauhidan/keislaman, dan bagian ke-3 adalah lingkupannya kebangsaan/ke-Indonesia-an. Oleh karena itu ranah pada dasarnya melingkupi wawasan kemahasiswaan, keIslaman dan keIndonesiaan.<br />
Jika kita lihat bahwa setiap anggota HMI memiliki 3 (tiga) status. Status tersebut yaitu 1) anggota HMI adalah seorang mahasiswa; 2) anggota HMI adalah seorang Islam; 3) anggota HMI adalah warga Negara Indonesia. Ketiga status tersebut sudah pasti melekat pada setiap anggota HMI. Setiap status yang melekat pada diri kita pastilah mempunyai tanggungjawab yang harus diemban. Seperti misalnya status sebagai kepala rumah tangga, maka tanggungjawabnya adalah untuk memberikan perlindungan, nafkah terhadap keluarganya; dan lain sebagainya yang pada intinya status tersebut mempunyai tanggungjawab masing-masing.<br />
Seperti halnya statu yang dimiliki oleh anggota HMI, ketiga status tersebut memiliki amanah/tanggungjawab yang harus diemban. Hal ini sudah menjadi konsekuensi logis. Sebagai seorang mahasiswa maka mempunyai kewajiban untuk senantiasa menggunakan keintelektualannya untuk menegakkan kebenaran, mengabdi kepada masyarakat, dan membela kaum yang tertindas. Sebagai seorang Indonesia maka mempunyai kewajiban untuk mewujudkan cita-cita Negara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan masyarakat adil dan makmur (memusnahkan ketertindasan). Begitu pula sebagai seorang Islam harus senantiasa menegakkan nilai-nilai kebenaran Islam untuk mendapatkan ridho Illahi.<br />
Insan Cita HMI adalah merupakan dunia cita, ideal yang ingin diwujudkan oleh HMI dalam pribadi seseorang manusia beriman dan berilmu pengetahuan serta mampu melaksanakan tugas kerja kemanusiaan. Dalam Tafsir Tujuan HMI, insan cita memiliki beberapa 17 kualitas pribadi, yang pada pokoknya merupakan gambaran “man of future”, insan pelopor yaitu insan yang berpikiran luas dan berpandangan jauh, bersifat terbuka, terampil atau ahli dalam bidangnya, dia sadar apa yang menjadi cita-citanya dan tahu bagaimana mencari ilmu perjuangan untuk secara operatif bekerja sesuai dengan yang dicita-citakan. Ideal tipe dari hasil perkaderan HMI adalah “man of inovator” (duta-duta pembaharu). Penyuara “idea of progress”. Insane yang berkepribadian imbang dan padu, kritis, dinamis, adil dan jujur, tidak takabur dan bertaqwa kepada Allah SWT. Mereka itu manusia-manusia yang beriman, berilmu, dan mampu beramal saleh dalam kualitas yang maksimal (insan kamil).</p>
<p>            Masyarakat Adil dan Makmur yang diridhoi Allah SWT. Adalah gambaran sederhana HMI tentang tatanan masyarakat yang dimimpikan untuk diwujudkannya, dicita-citakannya, masyarakat yang dalam bahasa agama disebut sebagai baldatun toyibbatun wa robbun ghafur yang merupakan fungsi dari Insan Cita yang akan dikader oleh HMI. Masyarakat cita yang ingin diwujudkan HMI itu juga senada dengan apa yang ingin menjadi cita-cita kemerdekaan oleh pendiri Republik ini, yakni masyarakat yang bebas dari bermacam bentuk belenggu penindasan, masyarakat yang berdaulat, masyarakat yang berdaya, mampu dan mandiri serta dapat menentukan hidupnya sendiri, masyarakat yang menjadi cita-cita kemerdekaan sebagaimana tujuan dari kemerdekaan bukanlah kemerdekaan itu sendiri, dimana bila merujuk pada bahasa preambule konstitusi kita, Pembukaan UUD 1945 yaitu perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia masih sampai sebatas mengantarkan rakyat pada “pintu gerbang” satu tatanan masyarakat “Adil dan Makmur” untuk itu syarat mutlaknya adalah penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, Indonesia bisa berkehidupan kebangsaan yang bebas dst..dst&#8230; dengan begitu jelas bahwa masyarakat cita ini berada di dalam Republik Indonesia, dan tujuan HMI hanya dapat direalisasikan oleh mereka yang disebut “kader” dan itu tidaklah berhenti pada masa keanggotaan seorang mahasiswa. </p>
<p>*Disampaikan di mentoring mission 19 Oktober 2011 (Bidang PPA periode 2011-2012)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hmifisipuns.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hmifisipuns.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hmifisipuns.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hmifisipuns.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hmifisipuns.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hmifisipuns.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hmifisipuns.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hmifisipuns.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hmifisipuns.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hmifisipuns.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hmifisipuns.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hmifisipuns.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hmifisipuns.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hmifisipuns.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=293&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/10/24/mission-hmi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5e5b8d11ed6827d758156c25282513e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmifisipuns</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengantar Nilai Dasar Perjuangan (NDP)</title>
		<link>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/10/15/pengantar-nilai-dasar-perjuangan-ndp/</link>
		<comments>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/10/15/pengantar-nilai-dasar-perjuangan-ndp/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 00:15:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hmifisipuns</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hmifisipuns.wordpress.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[A. Kelahiran NDP Berawal dari Kertas Kerja PB HmI (1966-1969) disusun oleh Cak Nur (Nurcholis Madjid) Ketum PB HmI saat itu. Awalnya Cak Nur mendapat Beasiswa “Council for Leader &#38; Specialist” (1968) ke USA. Di Washington, Cak Nur melakukan dialog-dialog dan mengamati dunia mahasiswa. Kemudian berpetualang ke Timur Tengah. Cak Nur melihat kondisi mahasiswa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=291&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A.	Kelahiran NDP<br />
Berawal dari Kertas Kerja PB HmI (1966-1969) disusun oleh Cak Nur (Nurcholis Madjid) Ketum PB HmI saat itu. Awalnya Cak Nur mendapat Beasiswa “Council for Leader &amp; Specialist” (1968) ke USA. Di Washington, Cak Nur melakukan dialog-dialog dan mengamati dunia mahasiswa. Kemudian berpetualang ke Timur Tengah. Cak Nur melihat kondisi mahasiswa yang berbeda (Amerika dan Timur Tengah). Hal tersebut memberi inspirasi terhadap ide dan sikap. Maka lahirlah Draft NDP. Draft tersebut di presentasikan pada kongres IX Malang tahun 1969. Setelah itu, dibentuk “Komisi Khusus NDP” dengan 3 orang pengkaji yaitu Cak Nur, Endang Saifudin Anshari dan Sakib Mahmud. Draft NDP hasil kajian tersebut dipresentasikan pada “seminar Kader” di Pekalongan Tahun 1970.NDP kemudian disahkan pada kongres X Palembang tahun 1971 sebagai Dokumen dan Acuan Gerak Organisasi. Kemudian NDP disosialisasikan secara luas oleh PB HmI. NDP menjadi “Nilai Identitas Kader” (NIK) pada kongres XVI di Padang tahun 1986. Karena UU No 5 tahun 1985 (asas tunggal) kata “Perjuangan” dihilangkan, karena memiliki konotasi “revolusioner dan fisikal”. Lebih mementingkan substansi ajaran daripada formalitas. Menjadi NDP lagi pada Kongres XXII di Jambi tahun 1999.<br />
B.	Background Lahirnya NDP<br />
Belum adanya bacaan komprehensif tentang ideology Islam. Eksistensi ideology Islam dan perjuangan ideology vs kaum muda marxis (nasionalis-Kiri). Tandingan terhadap “Pustaka Kecil Marxis  (PKM). Keterpesonaan Cak Nur terhadap “Fundamental Values dan Basic Demands of Democartic Sosialism”,Willy Eichler,ideology Partai Sosialis German.<br />
C.	Dokumen Organisasi Sebelum NDP<br />
Tafsir Azas (1957), Kepribadian HmI (1962), Garis-garis pokok perjuangan (1966), Draft Awal NDP (1969), gambaran Insan Cita dan Tafsir Tujuan HmI (1969-1971).<br />
D.	Kedudukan NDP dalam Grand System HmI<br />
Landasan Teologis  (Azas), landasan ideologis (NDP), landasan filosofis (Mission), landasan sosiologis (PKN/Program Kerja Nasional), perubahan individu dan masyarakat HmI, tujuan HmI.<br />
E.	Fungsi NDP<br />
Substansi spirit ajaran islam khas HmI. Formulasi ideal yang utuh dari ilmu, iman dan amal. Paham sekaligus keyakinan berfikir HmI dalam aktifitas mewujudkan misinya. Landasan etis dan normative kader dalam mencapai tujuan (5 KIC). Cara dan rambu dalam mencapai Tujuan.</p>
<p>*Disampaikan di Kajian NDP 12 Oktober 2011 (Bidang PPA periode 2011-2012)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hmifisipuns.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hmifisipuns.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hmifisipuns.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hmifisipuns.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hmifisipuns.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hmifisipuns.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hmifisipuns.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hmifisipuns.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hmifisipuns.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hmifisipuns.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hmifisipuns.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hmifisipuns.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hmifisipuns.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hmifisipuns.wordpress.com/291/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmifisipuns.wordpress.com&amp;blog=2263925&amp;post=291&amp;subd=hmifisipuns&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hmifisipuns.wordpress.com/2011/10/15/pengantar-nilai-dasar-perjuangan-ndp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5e5b8d11ed6827d758156c25282513e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hmifisipuns</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
