Bertindak dengan Benar
Setiap tindakan yang kita lakukan selalu memiliki pilihan, tindakan yang benar ataupun tindakan yang salah. Kebenaran sendiri diartikan apabila sesuatu berjalan sesuai dengan kaidah/aturannya. Ilmu agama pun meyakini ada hal yang benar dan ada hal yang salah. Tuhan itu Maha Besar, tiada yang melebihi kebesaran-Nya. Tidak mungkin ciptaan lebih besar dari pencipta. Maka benarlah bahwa Tuhan itu Maha Besar. Dan salahlah yang menganggap sebaliknya. Tapi, hal ini merupakan masalah keyakinan setiap manusia.
Dalam melakukan setiap perbuatan, tentunya kita memiliki sebuah tujuan yang ingin dicapai. Sebagai seorang muslim, hendaknya setiap hal yang akan dilakukan kita niatkan untuk mencari ridho Allah (mardhotillah). Sehingga tujuan yang akan dicapai pun merupakan tujuan yang diridhoi dan mendapatkan pahala dari Allah S.W.T.
Jadi, sekalipun seseorang mampu bekerja keras dengan penuh semangat, tapi tidak diniati karena Allah, sia-sialah semuanya. Niat yang buruk atau niat yang ditumpangi oleh kepentingan nafsu akan menimbulkan perselisihan serius sehingga menyebabkan terjadinya perdebatan, pertengkaran, perkelahian, bahkan permusuhan dan dendam antar sesama manusia. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mengambil sebuah keputusan sebelum bertindak.
Kita harus memastikan secara jernih bahwa yang kita lakukan benar- benar semata-mata karena Allah agar mendapat keridaan-Nya. Jika sudah memastikan bahwa yang kita lakukan adalah murni karena Allah, lalu direspons keliru oleh orang lain, janganlah terprovokasi untuk marah. Tetaplah tenang dan bersegeralah mengingat Allah. Bahkan jika perlu, mohonkanlah ampun buat orang tersebut dan bermusyawarahlah bersamanya dalam mengambil keputusan. Sebagai seorang Muslim, sikap seperti itulah yang harus kita pelihara dalam diri kita, yaitu menjaga kemurnian niat dalam berbuat.
(Bidang PPA Komisariat FISIP UNS Periode 2011-2012)