Presiden SBY: Sistem Pemilu tak efektif
Jakarta (Espos) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai sistem pemilihan umum (Pemilu) yang berlaku sekarang tidak efektif.
Rentang waktu yang cukup panjang antara Pemilu legislatif dan pemilihan presiden (Pilpres) akan melelahkan semua pihak.
”Saya merasakannya sendiri saat Pemilu 2004,” kata Presiden dalam pembekalan kepada Peserta Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintah Daerah Bupati, Walikota dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota di Kantor Lemhanas, Selasa (8/4).
Rencananya, pada Pemilihan Umum 2009, pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden tetap dipisahkan sebagaimana dilakukan pada Pemilihan Umum 2004.
Menurut Yudhoyono, sistem ini akan memakan biaya tidak sedikit. Selain itu, selama tiga bulan, dari April hingga Juli 2009, rakyat akan terbelah-belah. ”Rakyat jadi hijau, merah, kuning, biru,” ujarnya.
Yudhoyono setuju dengan usulan seorang peserta pembekalan bahwa sistem pemilu semestinya disederhanakan. ”Harus dibicarakan dengan DPR,” kata dia.
”Tak bisa pemerintah sendiri yang mengubahnya,” ungkap Presiden sebagaimana dikutip dari tempointeraktif.com.
Tentang tidak efektifnya sistem Pemilu ini juga disampaikan oleh kalangan partai politik. Presiden PKS, Tifatul Sembiring, mengatakan pelaksanaan Pemilu di Indonesia saat ini masih memboroskan anggaran. Tifatul mengusulkan pelaksanaan Pemilu di Indonesia hanya dilaksanakan dua kali yakni Pemilu legislatif dan eksekutif. ”Kami memiliki usulan pemilihan dilakukan satu paket, baik Pilpres, Pilgub, Pilbup atau Pilwal. Jadi disederhanakan saja dan tinggal dua jenis, pemilihan eksekutif dan legislatif,” jelas Tifatul di Wonogiri, beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Partai Golkar mendesak pemerintah melakukan penyederhanaan Pemilu dan Pilkada dengan sistem yang lebih sederhana, efisien, tidak melelahkan dan menjamin terbentuknya pemerintahan yang efektif serta stabil.
”Partai Golkar berkomitmen untuk mengembangkan demokrasi yang berwajah damai dan tidak menegangkan sebagai alat mencapai kesejahteraan rakyat,” kata Ketua DPP Golkar Syamsul Mu’arif yang membacakan pernyataan politik Partai Golkar pada penutupan Rapimnas III Partai Golkar di Hall B Arena PRJ Kemayoran Jakarta, November tahun lalu.
Di bagian lain, Presiden mengingatkan kepada para pemimpin nasional di semua tingkatan untuk memimpin secara rasional. ”Memimpin secara rasional artinya mengedepankan pola pikir dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi,” kata Presiden.
Presiden Yudhoyono menambahkan semakin rasional suatu bangsa maka akan semakin terbuka peluang bangsa itu untuk menjadi negara maju. ”Selain memimpin secara rasional, kita juga harus memiliki jiwa yang terang dalam memimpin. Bila itu tidak dikembangkan maka akan timbul perasaan pesimistis dan mudah menyerah,” tegasnya.
Kepala negara menambahkan, seorang pemimpin harus memiliki kepribadian, karakter yang kuat dan tingkah laku yang mendorong adanya kemajuan. ”Karena itu saya meminta pada semua bupati dan walikota untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan manajerial,” kata Yudhoyono.
Peningkatan kemampuan itu, masih kata Presiden, diharapkan menjadi bekal untuk mengembangkan potensi daerah.
Beri teguran
Saat Presiden memberikan pembekalan, di tengah paparannya, Kepala Negara sempat menegur salah seorang peserta yang kedapatan tertidur. ”Tolong bangunkan yang tidur itu. Kalau mau tidur silakan di luar saja,” tegur Presiden.
Presiden Yudhoyono kemudian mengingatkan semua peserta yang keseluruhannya pimpinan daerah agar tidak main-main dalam menimba ilmu terutama demi kebaikan masyarakat. Diingatkannya, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat termasuk salah satunya adalah diskusi dan paparan untuk menyelesaikan permasalahan rakyat.
Usai acara, Gubernur Lemhanas Muladi menyatakan, meski sempat menegur, namun Presiden tidak marah karena itu demi kebaikan semua pihak. ”Itu manusiawi (Presiden menegur-red), tidak apa-apa. Nanti akan saya panggil secara khusus. Peserta itu tetap lulus, bagi dia ditegur langsung oleh Presiden di depan umum sudah cukup memberikan pelajaran,” kata Muladi. – dtc
Posted by IR H Husen Abdul Aziz on Oktober 22, 2008 at 5:30 am
PROF.DR.KH.NANANG HARIADI SE.MSc. atau Gus Har Dinilai Penuhi Kriteria Menteri Agama RI 2009-2014
Ketua Umum DPP KOBUKI Gus Har disebut banyak pihak memenuhi kriteria untuk mengisi posisi Menteri AGAMA REPUBLIK INDONESIA menggantikan MAHFUD BATSUNI. Sesuai rencana, Calon Presiden H Wiranto SH akan menunjuk pengganti MAHFUD BASTUNI seusai Hari Raya Idul Fitri 2008. ”Kalau kriteria,dia masuk,”kata Ketua Umum DPP HANURA kepada KOBUKI PERS, tadi malam. Meski demikian, tentang siapa yang akan menggantikan Makfud Batsuni, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden. ”Tunggu saja bisa besok atau lusa,” tegasnya. Meski masuk kriteria, dia menilai Gus Har memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki. Salah satunya menyangkut Kepolosannya dalam segala Hal. Politikus Partai HANURA AS HIKAM, bila melihat kompetensi para figur yang muncul, saat ini ada tiga orang yang dinilai bagus, antara lain , Hazim Muzadi ,KH.Makruf amin, dan Gus Har ”Ketiganya Ulama dari kalangan NU dan memiliki pengalaman yang bagus,” katanya. Namun, bila Presiden menginginkan figur yang bisa mengetahui apa keinginannya, dia menyebut Gus Har lebih cocok. ”Gus Har sudah bersama Calon Presiden Wiranto SH.cukup lama. Ibaratnya Pak Wiranto baru ingin mengerjakan sesuatu, Pak Prof.DR.KH.Nanang Hariadi SE.MSC. tahu duluan.Jadi sudah ada chemistry-nya,” tandas dia. Ulama Muda penemu pecipta Huruf Jorab, menyerahkan sepenuhnya tentang pengganti Mahfudz Batsuni kepada Presiden SBY. Muhaimin Iskandar selaku Ketua Umum Tanfidyah DPP PKB sebagai partai Pendukung hanya berharap, Menteri Agama RI dapat bekerja sama dengan DPR karena banyak RUU Keagamaan yang harus diselesaikan dalam waktu dekat ini. ”Yang penting, Menteri Agama yang loyal sama Presiden, tidak nantinya berpotensi menjadi pesaing Presiden Calon Wiranto dan CaWapres Yusril Izza Mahendra pada Pilpres 2009 yang akan datang,” katanya. Bila muncul nama Gus Har yang saat ini menjabat Ketua Umum /Ajaraham DPP KOBUKI sebagai calon Menteri Agama RI, menurutnya sah-sah saja.Dia mengungkapkan bahwa Gus Har termasuk Ulama Muda yang moderat yang merakyat. Tentang perlu tidaknya izin kepada DPP PKB mengingat saat menjadi Ketua Umum DPP KOBUKI didukung Oleh Ketua Umum Tanfidyah DPP PKB,dia mempertanyakan balik kepada Gus Har . ”Apakah merasa anggota atau simpatisan PKB biar Gus Har sendiri yang tahu merasa atau tidak,”tukasnya. Meski begitu, dia mengingatkan bila mengetahui fatsun politik sudah semestinya Gus Har juga berkomunikasi dengan PKB Gus Dur. Bagaimanapun, PKB merupakan penyokong utama dalam pemilihan Ketua Umum DPP KOBUKI empat tahun lalu. Sebagaimana diberitakan, sejak ada rencana Presiden menentukan pengganti Mendagri Makfud Batsuni yang tidak bisa menjalankan tugasnya akibat sakit, telah muncul sejumlah nama, di antaranya calon dari kalangan Ulama Muda yang moderat Ketua Umum DPP KOBUKI Gus Har , KH Hazim Muzadi Ketua Umum Tanfidyah PBNU, sekaligus Pengurus Nahdhiyin lainnya. Pengamat Politik LIPI Syamsudin Haris mengatakan, sosok paling tepat untuk menduduki kursi Menteri Agama RI 2009-2014 mendatang hanya Presiden Wiranto yang tahu. Presiden, ujar dia, tentunya sudah mengamati dan mengerti betul calon yang layak untuk menjadi pengganti Makfud Batsuni. ”Kita tidak bisa menebak siapa yang layak untuk menjadi Menteri Agama RI,” kata Bambang Ibnu,kemarin. Bambang Ibnu menambahkan, entah itu Gus Har atau Hazim Muzadi yang kelak akan menjadi Menteri Agama RI, bagi dia tidak menjadi masalah. Yang terpenting, sosok tersebut bisa sejalan dengan visi Presiden, kompeten di bidangnya,menguasai lembaga-lembaga agama yang ada di Indonesia, dan bisa menjadi pemimpin yang tepat. Hanya Tersenyum Hingga berita ini diturunkan, Gus Har belum bisa dimintai keterangan. Namun menurut Sekretaris Jendral DPP KOBUKI Ir fahrurozi yang menyampaikan pertanyaan Kobuki Pers, Ketua Umum Gus Har belum memberi jawaban pasti. ”Bapak (Ajaraham DPP KOBUKI Gus Har ) cuma tersenyum,” kata fahrul, tadi malam. Fahrul mengatakan, tadi malam Ketua Umum DPP KOBUKI menyelenggarakan acara makan bersama di Hotel Borobudur . Ditanya apakah ada agenda terkait dengan ”pamitan” jika Ajaraham benar-benar menjabat Menteri Agama, Fahrul enggan mengungkapkan. Fahrul hanya menegaskan, kegiatan tersebut merupakan acara pribadi. Sementara itu dalam beberapa kesempatan sejak namanya mencuat sebagai kandidat Menteri Agama RI, Gus Har berulang kali menyebutkan kesiapannya mengisi pos tersebut.Kesiapan yang diungkapkan antara lain saat Gus Har selesai Menghadiri Halal bi Halal Tahun 1429 Hijriyah Tingkat Provinsi DKI Jakarta , 8 September 2008 lalu. ”Saya itu Rakyat ,jadi harus siap mengemban tugas apa pun yang diberikan. Kalau itu untuk kepentingan bangsa dan negara, tentu tidak boleh kalau sebagai warga negara tidak siap.Jadi,sebagai warga negara harus selalu siap mengemban tugas,” katanya. Pernyataan sama dia ungkapkan di sela-sela kunjungan kerja pada pembangunan Jalan Raya Arosbaya Bangkalan Madura ,2 September lalu.Gus Har mengatakan, sebagai seorang Ulama, dia siap ditempatkan di mana saja. ”Sebagai seorang Rakyat yang baik ,saya siap kalau nantinya diberikan amanah itu (jabatan Menteri Agama RI). Sekali lagi, sampai sekarang belum ada panggilan dari Istana Bayangan Wiranto terkait penggantian Menteri Agama RI,”ungkapnya. Pernyataan terakhir Gus Har disampaikan seusai mengikuti Rapat Alim Ulama di Jakarta , dengan agenda mendengarkan Pidato Presiden Wiranto pada Kamis (16/8) lalu. Saat ditanya wartawan tentang jabatan Menteri Agama RI, Gus Har tidak memberi jawaban pasti. ”Ya, nanti kalau saya ditunjuk, saya siap,”ujarnya.Dia juga mengatakan belum menerima kabar dari Wiranto
Kami yang bertanda tangan dibawah ini
turut mendukung :
1 H. MARZUKI ALIE, SE., MM
2 IR. H. HUSEIN ABDUL AZIZ,MT
3 DR. HJ. HAMIDAH HAMID, MSI
5 DRA. LUKY WIDIASTUTI TRIWAHYUNI, M.HUM
6 IR. ABBAS MONGINSIDI
1 MELANI LEIMENA SUHARLI
2 DR. NOVA RIYANTI YUSUF
3 WAWAN SYAKIR DARMAWAN LC,MA
4 INDRIA OCTAVIA MUAJA
5 BOYKE NOVRIZON,SE
6 IR. AGUS RACHMAN
7 DRS. MARANGIN SILALAHI
8 NURCAHYO ANGGOROJATI
1 H. TRI YULIANTO,SH
2 HAYONO ISMAN. S.IP
3 DR.JUMAINI ANDRIANA.S.M.PD
4 DR. RATNAWATI WIJANA,SE,MM
5 SUSILAWATI,SE,MM
6 BANTON F SIHOMBING, MBA
7 DRS. DJONI SIANIPAR
7 SAIDAH SAHLAN, SH
8 DRS. ARWINAS DIRGAHAYU,MM
9 DRS. EDDY SADELI,SH
10 M. SIRADJUDDIN JACUB
13 JABAR I 1 AGUNG BUDI SANTOSO, SH
Posted by H. MARZUKI ALIE, SE., MM on Oktober 22, 2008 at 5:31 am
PROF.DR.KH.NANANG HARIADI SE.MSc. atau Gus Har Dinilai Penuhi Kriteria Menteri Agama RI 2009-2014
Ketua Umum DPP KOBUKI Gus Har disebut banyak pihak memenuhi kriteria untuk mengisi posisi Menteri AGAMA REPUBLIK INDONESIA menggantikan MAHFUD BATSUNI. Sesuai rencana, Calon Presiden H Wiranto SH akan menunjuk pengganti MAHFUD BASTUNI seusai Hari Raya Idul Fitri 2008. ”Kalau kriteria,dia masuk,”kata Ketua Umum DPP HANURA kepada KOBUKI PERS, tadi malam. Meski demikian, tentang siapa yang akan menggantikan Makfud Batsuni, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden. ”Tunggu saja bisa besok atau lusa,” tegasnya. Meski masuk kriteria, dia menilai Gus Har memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki. Salah satunya menyangkut Kepolosannya dalam segala Hal. Politikus Partai HANURA AS HIKAM, bila melihat kompetensi para figur yang muncul, saat ini ada tiga orang yang dinilai bagus, antara lain , Hazim Muzadi ,KH.Makruf amin, dan Gus Har ”Ketiganya Ulama dari kalangan NU dan memiliki pengalaman yang bagus,” katanya. Namun, bila Presiden menginginkan figur yang bisa mengetahui apa keinginannya, dia menyebut Gus Har lebih cocok. ”Gus Har sudah bersama Calon Presiden Wiranto SH.cukup lama. Ibaratnya Pak Wiranto baru ingin mengerjakan sesuatu, Pak Prof.DR.KH.Nanang Hariadi SE.MSC. tahu duluan.Jadi sudah ada chemistry-nya,” tandas dia. Ulama Muda penemu pecipta Huruf Jorab, menyerahkan sepenuhnya tentang pengganti Mahfudz Batsuni kepada Presiden SBY. Muhaimin Iskandar selaku Ketua Umum Tanfidyah DPP PKB sebagai partai Pendukung hanya berharap, Menteri Agama RI dapat bekerja sama dengan DPR karena banyak RUU Keagamaan yang harus diselesaikan dalam waktu dekat ini. ”Yang penting, Menteri Agama yang loyal sama Presiden, tidak nantinya berpotensi menjadi pesaing Presiden Calon Wiranto dan CaWapres Yusril Izza Mahendra pada Pilpres 2009 yang akan datang,” katanya. Bila muncul nama Gus Har yang saat ini menjabat Ketua Umum /Ajaraham DPP KOBUKI sebagai calon Menteri Agama RI, menurutnya sah-sah saja.Dia mengungkapkan bahwa Gus Har termasuk Ulama Muda yang moderat yang merakyat. Tentang perlu tidaknya izin kepada DPP PKB mengingat saat menjadi Ketua Umum DPP KOBUKI didukung Oleh Ketua Umum Tanfidyah DPP PKB,dia mempertanyakan balik kepada Gus Har . ”Apakah merasa anggota atau simpatisan PKB biar Gus Har sendiri yang tahu merasa atau tidak,”tukasnya. Meski begitu, dia mengingatkan bila mengetahui fatsun politik sudah semestinya Gus Har juga berkomunikasi dengan PKB Gus Dur. Bagaimanapun, PKB merupakan penyokong utama dalam pemilihan Ketua Umum DPP KOBUKI empat tahun lalu. Sebagaimana diberitakan, sejak ada rencana Presiden menentukan pengganti Mendagri Makfud Batsuni yang tidak bisa menjalankan tugasnya akibat sakit, telah muncul sejumlah nama, di antaranya calon dari kalangan Ulama Muda yang moderat Ketua Umum DPP KOBUKI Gus Har , KH Hazim Muzadi Ketua Umum Tanfidyah PBNU, sekaligus Pengurus Nahdhiyin lainnya. Pengamat Politik LIPI Syamsudin Haris mengatakan, sosok paling tepat untuk menduduki kursi Menteri Agama RI 2009-2014 mendatang hanya Presiden Wiranto yang tahu. Presiden, ujar dia, tentunya sudah mengamati dan mengerti betul calon yang layak untuk menjadi pengganti Makfud Batsuni. ”Kita tidak bisa menebak siapa yang layak untuk menjadi Menteri Agama RI,” kata Bambang Ibnu,kemarin. Bambang Ibnu menambahkan, entah itu Gus Har atau Hazim Muzadi yang kelak akan menjadi Menteri Agama RI, bagi dia tidak menjadi masalah. Yang terpenting, sosok tersebut bisa sejalan dengan visi Presiden, kompeten di bidangnya,menguasai lembaga-lembaga agama yang ada di Indonesia, dan bisa menjadi pemimpin yang tepat. Hanya Tersenyum Hingga berita ini diturunkan, Gus Har belum bisa dimintai keterangan. Namun menurut Sekretaris Jendral DPP KOBUKI Ir fahrurozi yang menyampaikan pertanyaan Kobuki Pers, Ketua Umum Gus Har belum memberi jawaban pasti. ”Bapak (Ajaraham DPP KOBUKI Gus Har ) cuma tersenyum,” kata fahrul, tadi malam. Fahrul mengatakan, tadi malam Ketua Umum DPP KOBUKI menyelenggarakan acara makan bersama di Hotel Borobudur . Ditanya apakah ada agenda terkait dengan ”pamitan” jika Ajaraham benar-benar menjabat Menteri Agama, Fahrul enggan mengungkapkan. Fahrul hanya menegaskan, kegiatan tersebut merupakan acara pribadi. Sementara itu dalam beberapa kesempatan sejak namanya mencuat sebagai kandidat Menteri Agama RI, Gus Har berulang kali menyebutkan kesiapannya mengisi pos tersebut.Kesiapan yang diungkapkan antara lain saat Gus Har selesai Menghadiri Halal bi Halal Tahun 1429 Hijriyah Tingkat Provinsi DKI Jakarta , 8 September 2008 lalu. ”Saya itu Rakyat ,jadi harus siap mengemban tugas apa pun yang diberikan. Kalau itu untuk kepentingan bangsa dan negara, tentu tidak boleh kalau sebagai warga negara tidak siap.Jadi,sebagai warga negara harus selalu siap mengemban tugas,” katanya. Pernyataan sama dia ungkapkan di sela-sela kunjungan kerja pada pembangunan Jalan Raya Arosbaya Bangkalan Madura ,2 September lalu.Gus Har mengatakan, sebagai seorang Ulama, dia siap ditempatkan di mana saja. ”Sebagai seorang Rakyat yang baik ,saya siap kalau nantinya diberikan amanah itu (jabatan Menteri Agama RI). Sekali lagi, sampai sekarang belum ada panggilan dari Istana Bayangan Wiranto terkait penggantian Menteri Agama RI,”ungkapnya. Pernyataan terakhir Gus Har disampaikan seusai mengikuti Rapat Alim Ulama di Jakarta , dengan agenda mendengarkan Pidato Presiden Wiranto pada Kamis (16/8) lalu. Saat ditanya wartawan tentang jabatan Menteri Agama RI, Gus Har tidak memberi jawaban pasti. ”Ya, nanti kalau saya ditunjuk, saya siap,”ujarnya.Dia juga mengatakan belum menerima kabar dari Wiranto
Kami yang bertanda tangan dibawah ini
turut mendukung :
1 H. MARZUKI ALIE, SE., MM
2 IR. H. HUSEIN ABDUL AZIZ,MT
3 DR. HJ. HAMIDAH HAMID, MSI
5 DRA. LUKY WIDIASTUTI TRIWAHYUNI, M.HUM
6 IR. ABBAS MONGINSIDI
1 MELANI LEIMENA SUHARLI
2 DR. NOVA RIYANTI YUSUF
3 WAWAN SYAKIR DARMAWAN LC,MA
4 INDRIA OCTAVIA MUAJA
5 BOYKE NOVRIZON,SE
6 IR. AGUS RACHMAN
7 DRS. MARANGIN SILALAHI
8 NURCAHYO ANGGOROJATI
1 H. TRI YULIANTO,SH
2 HAYONO ISMAN. S.IP
3 DR.JUMAINI ANDRIANA.S.M.PD
4 DR. RATNAWATI WIJANA,SE,MM
5 SUSILAWATI,SE,MM
6 BANTON F SIHOMBING, MBA
7 DRS. DJONI SIANIPAR
7 SAIDAH SAHLAN, SH
8 DRS. ARWINAS DIRGAHAYU,MM
9 DRS. EDDY SADELI,SH
10 M. SIRADJUDDIN JACUB
13 JABAR I 1 AGUNG BUDI SANTOSO, SH