Mimpi Violet

Mimpi Violet

 

Setangkai bunga violet yang cantik mungil, wangi semerbak hidup tenang bahagia bersama bunga-bunga lainnya di sebuah taman. Suatu pagi, ketika mahkota bunganya berhias embun, violet kecil menengadah dan melihat bunga mawar nan indah berdiri tegap dan gagah. Tangkai panjang membuat bunga mawar itu seperti obor menyala berbentuk bunga.

Violet kecil membuka bibirnya yang biru dan berkata, “Betapa malangnya nasib saya disbanding bunga-bunga lainnya. Betapa rendahnya posisi yang saya tempati di tengah kehadiran mereka. Alam membuat saya pendek dan jelek. Saya berada terlalu dekat dengan tanah, membuat saya tak bisa mengangkat kepala ke angkasa biru. Atau memalingkan wajah kearah sinar matahari seperti halnya bunga mawar.”

Bunga mawar yang tumbuh di dekat bunga violet mendengar ratapan tetangganya. Ia tertawa dan berkata, “kata-katamu aneh sekali. Kamu bunga yang beruntung, tapi tidak memahami keberuntunganmu. Alam membekalimu dengan wewangian dan keindahan yang tidak diberikan kepsda bunga lain. Singkirkan pemikiran itu dan bergembiralah. Ingat, yang m,erendah akan ditinggikan. Yang meninggikan diri akan hancur.”

“ kamu menghibur saya karena kamu memiliki apa yang saya dambakan. Sebenarnya kamu hanya ingin menunjukkan kehebatanmu. Betapa menyakitkannya nasihat dari orang yang beruntung pada hati yang sedang putus asa. Betapa sombongnya yang kuat, ketika menjadi penasihat bagi yang lemah.” Kata violet.

Alam mendengar percakapan antara violet dan bunga mawar, lalu mendekati violet dan berkata, “ violet, putriku. Apa yang kamu inginkan sudah ada dalam kenyataan. Kamu sudah merendah dan manis dalam semua perbuatan dan tutur kata. Apakah rasa iri sudah merasuk kedalam hatimu dan membaalkan akal sehatmu?”

Violet lalu berkata dengan nada memelas, “ kasihanilah saya, bunda yang penuh kasih dan simpati. Saya mohon dengan segenap jiwa dan sepenuh hati, kabulkanlah permohonan saya. Izinkan saya menjadi bunga mawar untuk sehari saja.”

Alam menjawab, “ kamu sebenarnya tidak tahu apa yang kamu cari. Kamu tidak menyadari bencana terselubung di balik ambisimu yang buta. Jika kamu menjadi mawar, kamu mungkin akan menyesal. Penyesalan sering terlambat dan sia-sia.”

Violet berkeras dan terus memohon. “ ubah saya menjadi mawar yang tinggi. Saya ingin mengangkat kepala dengan gagah. Apapun akibatnya, akan saya tanggung dan terima.”

Alam berdesah panjang dan berkata, “ oh, violet yang picik dan keras kepala. Saya memenuhi permintaanmu. Tapi jika terjadi bencana, kamu tanggung sendiri akibatnya.”

Alam lalu mengerahkan kekuatannya. Jari-jari ajaibnya menyentuh akar violet yang langsung berubah menjadi mawar tinggi. Tegak menjulang di antara bunga-bunga lainnya di taman.

Sore itu, cuaca mendadak berubah. Awan mendung tebal berarak di angkasa. Alam yang tenang mendadak bergetar Karena petir menggelegar. Angin bertiup keras disertai hujan deras. Dahan-dahan pepatah, pohon-pohon bertumbangan. Mawar bertangkai tinggi itu juga patah. Yang selamat hanya tumbuhan yang tumbuh dekat dengan tanah. Taman indah itu rusak parah akibat cuaca yang tidak ramah.

Ketika badai reda dan langit kembali terang, semua bunga terkulai dan rontok di tanah. Semua tak bisa menyelamatkan diri dari bencana. Yang selamat hanya clan violet kecil, yang bersembunyi di balik tembok taman.

Saat menengadah dan melihat tragedi yang dialami pepohonan dan bunga-bunga, salah satu bunga violet kecil itu tersenyum bahagia dan berkata kepada temannya, “ lihat apa yang dilakukan prahara terhadap bunga-bunga yang sombong!”

“kita kecil dan tumbuh dekat tanah. Tapi kita selamat dari langit yang murka,” kat violet lainnya. Violet ketiga lalu berkata, “ karena kita pendek,amukan badai tidak bisa menjangkau kita.”

Pada saat itu, ratu voilet melihat bunga violet yang sudah menjadi bunga mawar dan kini tergeletak di tanah seperti serdadu yang kalah perang. Ratu violet lalu memanggil semua anggota keluarganya dan berkata, “ anak-anakku, coba lihat dan renungkan, apa yang dilakukan rasa iri pada violet yang berubah menjadi mawar yang angkuh hanya dalam satu jam. Biarlah kenangan akan kejadian ini menjadi peringatan untuk kita, betapa beruntungnya kita.”

Bunga mawar itu bergerak pelan, mengerahkan seluruh kekuatannya yang tinggal sedikit dan berkata lirih, “ kalian penurut, lemah, dan cepat puas. Saya tak pernah takut dengan prahara. Kemarin, saya juga puas dan bahagia dengan hidup saya. Tapi rasa puas telah  menjadi penghalang antara keberadaan saya dan prahara kehidupan. Membuat pikiran saya lamban dan pasif. Saya menjalani hidup yang sama seperti kalian denagn mendekap bumi dalam rasa takut. Saya juga bisa menunggu sampai musim dingin tiba, menimbun saya dengan salju dan menghantarkan saya ke kematian.

“ saya sekarang bahagia karena pernah keluar dari dunia kecil saya dan masuk ke dalam misteri alam semesta, yang tak pernah kalian lakukan. Saya dapat melihat keserakahan yang lebih tinggi dari saya. Tapi, ketika saya mendengarkan keheningan malam, saya mendengar kata-kata dari langit kepada bumi, ambisi untuk mencapai sesuatu yang lebih itu adalah tujuan yang penting. Pada saat itu, jiwa saya berubah dan

dan hati saya mendambakan posisi yang lebih tinggi, melampaui batas keberadaan saya.

“ saya tahu, jurang tak bisa mendengar nyanyian bintang dan pada saat itu, saya mulai memerangi kekecilanku dan mendambakan sesuatu yang tidak saya miliki. Sampai pemberontakanku berubah menjadi kekuatan besar, dan kerinduanku menciptakan kemauan. Alam yang merupakan tujuan dari impian terdalam kita, memenuhi permintaanku dan merubahku menjadi bunga mawar dengan jemari ajaibnya.”

Bunga mawar itu terdiam sejenak. Dengan suara lemah bercampur dengan rasa bangga dia berkata, “ saya telah menjalani hidup sebagai bunga mawar selama sehari. Saya pernah menjadi seperti ratu selama beberapa saat. Saya telah melihat alam semesta dari kaca mata bunga mawar. Saya telah mendengar bisikan cakrawala lewat telinga bunga mawar dan menyentuh cahaya dengan petal bunga mawar. Apakah diantara kalian ada yang pernah merasakan hal ini?”

Bunga mawar menundukkan kepala dan dengan suara tertahan, dia berkata, ” sekarang saya akan mati. Jiwa saya telah mencapai tujuannya. Akhirnya saya dapat juga memperluas pengetahuan saya ke dunia yang melampaui gua sempit tempat kelahiran saya. Ini adalah rancangan hidup dan ini adalah rahasia kehidupan.”

Bunga mawar itu gemetar. Perlahan menutup petal, menghembuskan napas terakhir dengan senyum di bibir. Sebuah senyum dari terpenuhinya harapan dan tujuan hidup. Sebuah senyum kemenangan.      

Tanggapi posting ini